![]() |
Para Pemateri (ki-ka): Bunda Salama Hatta, Ibu Suprihatin, dan Kak Ibnu Yogi Pratama |
Banyuasin, HidayatullahSumsel.com – Gedung MTs Mardhatillah Putri, Pesantren Hidayatullah Sumatera Selatan menjadi saksi berlangsungnya Pelatihan Public Speaking yang inspiratif dan penuh semangat yang diadakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Sumsel. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber ahli yang membagikan wawasan berharga seputar dunia public speaking kepada para peserta yang terdiri dari para guru RA Yaa Bunayya, MI, MTs, MA Mardhatillah, serta para santri pada Sabtu (15/03/2025).
Pelatihan ini bertujuan untuk membangun kepercayaan diri, meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum, serta memahami pentingnya personal branding dalam berkomunikasi. Dengan tiga sesi materi yang menarik, peserta diajak untuk memahami esensi dan teknik berbicara yang efektif.
Sesi 1: Pengenalan Public Speaking
Pada sesi pertama, Bunda Salama Hatta dari KAPS Public Speaking Academy yang juga merupakan Indonesian Coffee Ambassador memberikan pemahaman dasar mengenai public speaking. Materi ini mencakup definisi public speaking, bagaimana memulai berbicara di depan umum, serta cara membangun rasa percaya diri. Peserta diajak untuk mengatasi rasa gugup dan memahami bahwa komunikasi yang baik dapat dipelajari dan dikuasai dengan latihan.
![]() |
Kak Ibnu Yogi Pratama, Ketua Forum Anak Sumsel |
Sesi 2: Branding Diri dengan Kemampuan Public Speaking
Sesi kedua menghadirkan Kak Ibnu Yogi Pratama, Ketua Forum Anak Sumsel dan juga Wakil Ketua Pemuda ICMI Sumsel yang membahas pentingnya personal branding melalui public speaking. Dalam paparannya, ia menjelaskan bagaimana seseorang dapat membangun citra diri yang kuat melalui cara berbicara yang baik. Ia juga mengupas tuntas tentang ketakutan berbicara di depan umum dan bagaimana mengatasinya dengan teknik yang tepat.
Ust. Dwi Agung, ketua YPPH sumsel mendampingi para pemateri |
Sesi 3: Public Speaking dan Dakwah
Sesi terakhir dipandu oleh Ibu Hj. Suprihatin, S.Ag, seorang pendakwah yang membahas keterkaitan antara public speaking dan dakwah. Dalam materinya, ia menekankan bahwa kemampuan berbicara yang baik sangat penting bagi seorang pendakwah untuk menyampaikan pesan agama dengan jelas dan menggugah hati audiens.
Role Play: Mempraktikkan Ilmu Public Speaking
Selain sesi materi di atas, pelatihan ini juga dilengkapi dengan sesi role play, di mana peserta diberi kesempatan untuk langsung mempraktikkan ilmu public speaking yang telah dipelajari. Dalam sesi ini, peserta diminta untuk berbicara di depan audiens dengan menerapkan teknik yang diajarkan oleh para narasumber. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian, memperbaiki intonasi, serta meningkatkan keterampilan berbicara secara langsung.
Para peserta begitu antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik berbicara yang diajarkan oleh para narasumber. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para peserta dalam berbicara di depan umum dan menjadi bekal dalam aktivitas mengajar serta berdakwah di masyarakat.
Dengan adanya pelatihan ini, Pesantren Hidayatullah Sumatera Selatan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM dalam bidang komunikasi dan kepemimpinan. Semoga ilmu yang didapatkan dari pelatihan ini bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikan bulan Ramadhan lebih produktif dengan kegiatan yang positif dan penuh manfaat. *| Kosim